Pengalaman ini gue dapet dari temen nyokap gue.
Sering nggak sih kita liat di tivi-tivi.. kalo suami istri berantem berat terus pasti istri bilang..
"Ceraikan aku mass!!" (versi sinetron)
"ceraikan aku mass!! huhuhu.. ceraikaann!! ceraikaann!! *ngasi pisau ke suami*" (versi penonton sinetron)
yaa.. drama gitu deh istrinya. Percaya nggak, faktanya jarang lho ada istri yang bilang "kita cerai" pasti lebih banyak para suami yang bilang kayak gitu..
KENAPA??
ya jadi faktanya.. perceraian itu 'bayar'.. ya jelas lah bayar. Mungkin saja mahal.
Siapa yang bayar?
yang bayar adalah orang yang 'menggugat'. Dan di suatu keluarga jelas suami lah yang memiliki uang lebih banyak. (walau tak semua)
Jadi para istri kalo bilang "ceraikan saya" berarti ia minta 'digugat' dan suami yang menggugat... Jadi suami deh yang bayar... Gituu...
Tapi untuk para istri yang ingin cerai tapi juga ingin menjadi yang memegang asuh anaknya.. lebih baik jadilah yang menggugat.. yang penting iklas-iklas aja ngeluarin duitnya...
Intinya gini sih, siapa yang bayar pasti di atas 50% peluang pasti menang. Tapi nggak semua juga sih, kalo jadi yang 'digugat' tapi pinter ngambil simpati dari pak/bu hakim para istri juga pasti bisa menang.
Dan sidang penceraian itu lama lho, ada yang sampai satu tahunan.
Kalau segitu lamanya bisa-bisa cintanya bersemi kembali lagi..
Jadi para orang tua yang mau cerai, pikir-pikir dulu...
Dan para pemuda pilihlah pendamping kalian yang benar.. jangan sampai harus berakhir ke pengadilan..
repot lho..
oke , post kali ini lebih ke nasihat dari Marisya Putri Andina sang calon anak jurusan psikologi, calon ibu yang baik(amin). bye! :*
Sering nggak sih kita liat di tivi-tivi.. kalo suami istri berantem berat terus pasti istri bilang..
"Ceraikan aku mass!!" (versi sinetron)
"ceraikan aku mass!! huhuhu.. ceraikaann!! ceraikaann!! *ngasi pisau ke suami*" (versi penonton sinetron)
yaa.. drama gitu deh istrinya. Percaya nggak, faktanya jarang lho ada istri yang bilang "kita cerai" pasti lebih banyak para suami yang bilang kayak gitu..
KENAPA??
ya jadi faktanya.. perceraian itu 'bayar'.. ya jelas lah bayar. Mungkin saja mahal.
Siapa yang bayar?
yang bayar adalah orang yang 'menggugat'. Dan di suatu keluarga jelas suami lah yang memiliki uang lebih banyak. (walau tak semua)
Jadi para istri kalo bilang "ceraikan saya" berarti ia minta 'digugat' dan suami yang menggugat... Jadi suami deh yang bayar... Gituu...
Tapi untuk para istri yang ingin cerai tapi juga ingin menjadi yang memegang asuh anaknya.. lebih baik jadilah yang menggugat.. yang penting iklas-iklas aja ngeluarin duitnya...
Intinya gini sih, siapa yang bayar pasti di atas 50% peluang pasti menang. Tapi nggak semua juga sih, kalo jadi yang 'digugat' tapi pinter ngambil simpati dari pak/bu hakim para istri juga pasti bisa menang.
Dan sidang penceraian itu lama lho, ada yang sampai satu tahunan.
Kalau segitu lamanya bisa-bisa cintanya bersemi kembali lagi..
Jadi para orang tua yang mau cerai, pikir-pikir dulu...
Dan para pemuda pilihlah pendamping kalian yang benar.. jangan sampai harus berakhir ke pengadilan..
repot lho..
oke , post kali ini lebih ke nasihat dari Marisya Putri Andina sang calon anak jurusan psikologi, calon ibu yang baik(amin). bye! :*
Komentar
Posting Komentar