Langsung ke konten utama

Jodoh Di Tangan Marisya

Hem.. dari judulnya aneh ya..
Tapi sebelum mulai cerita gue mau meluruskan dulu judulnya. Pertama gue gak berniat mau musyrik ato sirik kepada Tuhan, karena kan kebanyakan orang-orang menyabutnya 'jodoh di tangan Tuhan'. Kedua, gue hanya jembatan dari kisah ini, tentu saja jodoh tetap urusan Tuhan.
Jadi keluarga gue punya pembantu, dan gue lupa pembantu yang keberapa, yang pasti dia sudah dua tahun bersama kami. Namanya Mbak Atik. 
Waktu hari-hari pertama kerja, emak gue agak kesel sama Mbak Atik, karena kerjaannya sms dan telpon-telponan muluk. Tapi syukur emak gue bisa bersabar dan lama-kelamaan gue jadi deket sama Mbak Atik.
Dan gue baru sadar tenyata Mbak Atik itu punya pacar, yaahh gue sih mikir pantes aja dia sibuk sama hp-nya. Tapi ternyata itu Mbak Atik punya tiga pacar. Gue mikir gila juga pembantu jaman sekarang, bagaimana bisa gue di kalahkan sama Mbak Atik, sedangkan gue satu pacar aja nggak punya.
Karena gue nggak 'pernah' berani tidur sendiri, jadi Mbak Atik ini sehari-hari nemenin gue tidur di kamar gue. Suatu malam ia bercerita tentang pacar-pacarnya. Pacar pertamanya adalah seorang tukang bangunan yang berasal dari Kupang. Yang kedua adalah orang sekampung dengannya dan bekerja menjadi tukang ojek. Yang ketiga adalah tetangganya di kampung dan berprofesi sebagai pengangguran. Dari ketiga pacarnya ini hanya satu orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya sudah di madu tiga oleh Mbak Atik, yaitu si tukang bangunan. Gue sempat berfikir untuk les privat sama Mbak Atik bagaimana cara menggaet orang sebanyak itu. Tapi gue mengurungkan niat, karena gue sadar cowok-cowok itu kelas kacangan bukan seperti hayalan gue yang akan menggaet artis-artis Hollywood.
Seiring berjalannya waktu akhirnya Mbak Atik ini galau karena pacarnya yang berprofesi menjadi tukang bangunan ingin mendampingnya di pelaminan, ia pun curhat padaku sambil berlinang-linang air mata. Saat itu kami sedang lesehan di dapur, entah kenapa, gue juga bingung bisa duduk di lantai dapur.
       "cha, tapi cowok Mbak yg tukang bangunan jelek, item kriting, trus pendek", curhat pembantu keluarga gue sambil terisak-isak.
       "emang Mbak sebenernya suka yang mana?". Tanya gue sok jadi ibu-ibu psikolog.
       "yang tukang ojek, lebih cakep sama lebih muda".
Gua gak nyangka ternyata doyan brondong. Oiya, gue lupa ngasi tau kalau Mbak Atik ini janda muda beranak satu lho. Sebagai seorang janda beranak satu patut di acungi jempol. 
Gue berpikir keras sebelum merespon ungkapannya.
        "tapi yang tukang ojek itu tau kan kalau Mbak punya pacar tiga? trus dia gak marah kan?".
        "iya". 
        "berarti dia bukan cowok baik-baik mbak, berarti dia hanya mau main sama Mbak, mending sama yang tukang bangunan deh, duitnya juga lebih banyak mbak, anak Mbak pasti seneng punya bapak banyak duit." . Oke, di kata-terakhir gue hanya melampiaskan sesuatu sebagai seorang anak.
Sesudah gue bicara seperti itu Mbak Atik menangis semakin menjadi-jadi, dan gue sama sekali tidak merasa sedih ataupun kasihan, gue malah merasa takut karena di sekitar gue banyak benda-benda tajam. Ini dapur. Gue takut kalau tiba-tiba Mbak Atik menusuk-nusuk perutnya dengan pisau sambil berkata "aku ingin kawin dengan ketiga-tiganya!!". Maka aku langsung menutup pembicaraan kita malam ini di dapur.
        "ya udah deh, Mbak tidur di kamar Mbak aja hari ini biar bisa mikir matang-matang, biar marisa tidur sendiri aja mbak".
        Seminggu setelah kejadian itu, pembantu gue di jemput oleh calon suaminya, calon suaminya yang berprofesi sebagai tukang bangunan itu meminta izin agar Mbak Atik berhenti berkerja sama Nyokap gue. 
Setelah berbulan-bulan Mbak Atik berhenti bekerja dan di ganti oleh Mbak baru, gue sudah mendengar kabar kalau Mbak Atik sudah menikah dan memiliki anak lagi dengan suaminya yang baru.
Makanya untuk kalian para laki-laki jangan pernah meremehkan perempuan. Tapi tetep inget ya jodoh itu di tangan Tuhan.
     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

markonah story III

sekarang hari senin kan? MEMBOSANKAN tadi ul matik, orng yg duduk dpn gue seenaknya aja ngeliat jawaban gua, "mar.. misi tanganmu, gak keliatan" so?!!!! urusan gua kalo lo gak bisa liat jawaban gua!? tangan tangan gua kertas ulangan pny gue! kok lu yg ngatur hidup gua!? klo gak tau tu TANYA bukan nodong gitu! arrggghh!! tapi gmna? gak di kasi gak enak di kasi? enak aja lo! -_________________________________- mana tdi pulang cepet?! giliran gak mau pulang cepet malah pulang cepet! untung ada kuadrat jd hari seninya SEDIKIT (maksa) baik pokoknya klo org2 yg nyontek ma gua nilainy lebih bagus gua mau jepitin kepala ke pintuk!  oiya gua heran knapa judulnya markonah story ukan school of suck padahal ini kan mara2 -_- tp kasinan klo kak kuadrat gua masukin namany di school of suck ...huehehehehehe  dah ah! bye kiss markonnah galak :*

Moron

hari ini aku akan menceritakan dimana dua orang cewek yang tidak bisa ikut Indonesia idol karena suaranya terlalu bagus. silahkan lihat vidio berikut yang menggambarkan dua org cewek sedang bernyanyi selamat ulang tahun untuk seorang teman nya.*siapin ember*

Fungsi blogspot

Fungsi Blog Untuk Diary Sudah banyak orang yang menggunakan blog sebagai diry mereka, tidak hanya wanita lho, yang konon sering membuat diary kehidupannya, dengan adanya blog banyak juga para laki-laki yang menjadikan blog sebagai tempat pencurahaan pikirannya. Selain isinya tentang kehiduannya,  blog  juga digunakan untuk saling berbagi ilmu, misal ilmu bisnis internet atau pun pelajaran sekolah. Mereka biasanya memberikan tutorial setelah mereka melaakukan ilmu tersebut, misal saya mendapatkan ilmu cara membuat facebook, dan saya tidak bisa menyimpan ilmu itu, lalu dengan leluasa saya menuliskan kembali tutorial itu dengan bahasa sendiri, bahkan ada yang langsung kopas tapi dengan seijin penulis tentunya.heee…. FUNGSI BLOG UNTUK BISNIS Zaman sekarang ini banyak yang menggunakan blog sebagai ladang bisnis mereka, sebagai penyokong bisnis mereka, misal mereke membuatkan deskripsi sebuah produk yang mereka tawarkan, jadi mereka tidak prlu presentasi kembali karena o...