Langsung ke konten utama

Kenangan yg Memalukan

tolong ya siapin ember sama segelas air putih. Jd aku baru liat2 laptop, Ternyata ada data microsoft office word yg udh jaman Baholak banget... jadi 4 tahun yg lalu *di pertegas supaya gak malu2in* aku pernah membuat cerita.. dan ceritanya sekarang aku baca ulang.. itu bener2 nauzubilah bacanya. kalian mau baca juga? siapin ember buat muntah. gua bakal copy-paste ke sini.. jangan lupa menyan nya di bakar dulu.
check this out

Bab 1
Huuuaaah….di Minggu pagi aku dibangunkan oleh suara kakakku yang sedang senam pagi di kamarnya (huh! Menjengkelkan) dan sialnya kamar kakakku tepat berada di sebelah kamarku. Memang, setiap hari minggu pagi kakakku selalu menghidupkan tv dan mencari program senam GILA itu!. ``SARAAH``, suara ibu terdengar sampai lantai atas, aku pun langsung membuka pintu dan turun ke lantai bawah. ``ooohh.. ternyata kamu suda bangun?``, tanya ibuku dengan nada ingin memanjakan aku. ``ya, abiss Kak Dian menghidupkan lagu senam NORAK itu``, jawabku dengan nada yang ketus. ``haha…jangan begitu… diakan kakakmu``. Aku tidak merespon omongan ibu tadi aku langsung melahap nasi goreng yang di sediakan oleh ibu . Lalu Kak Dian turun dengan handuk di leher dan baju tenktopnya. Dia melihatku yang sedang makan nasi goreng. ``ohhh….ternyata si anak manja sudah bangun, ku kira masih tidur dan menghisap jempol sampai `BENGKAK```, Uhhh,,,perkataannya membuatku ingin melempar nasi goreng ibu ke mukanya yang membuatnya aku iri (kalo dilihat kakakku manis, tapi aku tak ingin mengakuinya).Memang, sejak bayi hingga kelas 4 SD aku memang tiadak bisa menghilangkan kebiasaan menghisap jempol. ``Yang penting aku tak harus rela tidak makan seharian karena takut gemuk!``, dengan nada melengking aku membalas ucapan kakakku. ``PENGHISAP JEMPOL!!``,kata kakakku ketus, memang pantas untuk mukanya yang judes itu. Selesai makan aku membereskan piring dengan diiringi lagu yang di ciptakan kakakku sendiri ``adikku.. sayang…jempolmu basar sekali……”,dengan berjalan sedikit lari aku naik ke atas, di kamar tentunya aku akan menghidupkan lagu kesukaanku dengan keras dan mengalahkan lagu senam gila itu. Aaaahh……aku melepaskan tubuh di kasur,sambil mendengarkan lagu VIERRA hehe….. ``BRAKK``, aku dikagetkan dengan sura pintu. Kakakku membuka pintu dengan kasar. ``MANDI-MANDI!!..cepet mandi uda siang kok belum mandi??!! Mau ikut pergi gag???``, Tanya kakakku dengan santai. Mataku terpaku melihat kakakku tumben dia ngajak pergi. 
``hoi!!, bengong aja! Ikut gak??”
“ah, ya!ya!”
“uh!, aku tau kok aku cantik! Tapi gak usah bengong kanyak gitu dong!”
“ih, apa’an sieh!
“Ya udah! Cepet mandi!”
“Mau kemana sieh??”
“Kemana aja!, cepet dehh”
“yaya!”. Kakakku berlalu begitu saja aku pun masih heran tapi, siapa peduli?? Aku pun langsung bergegas mandi.


BAB 2
Hah…aku sudah selesai mandi…segar rasanya lalu, aku memakai baju oblong dan celana jins se-lutut dengan sepasang sepatu cats di kaki. Aku memainkan permainan yang ada di hpku sambil menunggu kakakku. 
“ibu… aku berangkat ya!!”, terdengar suara kakakku berteriak sambil turun dari tangga. Kakakku memakai baju baju panjang, celana pendek dan hampir tidak terlihat dan tipadu oleh sepatu pantofel kuning dengan kaos kaki zebra se-lutut. Mungkin kalau aku memakai pakaian seperti itu aku terliahat seperti orang gila. Tapi, entah kenapa Kak Dian sangat cocok memakai pakaian menor seperti itu seperti….artis?.
“ayo, kita berngkat”, Kak Dian berjalan mendekati pintu dan aku mengikutinya dari belakang. Lalu kami memasuki mobil swift merah kesayangan kakakku yang di belikan oleh Ayah ketika pulang ke Indonesia. Sudah 2 bulan ini Ayah berangkat lagi ke Inggris. Setelah menutup pintu Kak Dian menghidupkan mobil kami pun langsung keluar dari komplek rumah. Sambil menunggu sampai ke tujuan aku membuka facebook dari hpku. Ada sebelas orang nge-requesku sebelas orang itu aku konfirmasi tapi, tak ada satupun yang kukenal. Huh! Di facebookku teman-teman ku ada 900san lebih. Tapi, hanya 3% yang kukenal! Banyangkan. Aku memperhatikan jalan sepertinya Kak Dian akan membeli kaset dvd. Aku memperhatikan Kak Dian yang sedang menyetir sambil mendengarkan lagu dari hp BB-nya. Sesampai di tempat tujuan (ternyata duga’anku benar) kami langsung turun dari mobil dan Kak Dian mengecek pintu mobil. Lali kami memasuki took bersama-sama. “kak, mau nyari film apa si?”,tanyaku penasaran. “kelanjutannya twilight”,jawabnya santai. 
Haahh…ternyata Kak Dian hanya mau beli film vampir norak itu!.
Di dalam aku mengikuti kemana Kak Dian pergi. Tapi spertinya Kak Dian mula gelisah karena aku buntuti terus. “ngapain sie??ngikutin terus!”,Kak Dian bertanya ketus. “terus ngapain???” “yaaa…..cari kaset kek???!” “bilang dong! ku kira gak boleh!” “huh, sana pergi” “gak, usah di suruh!”
Setelah itu aku melihat-lihat kaset aku memang tidak terlalu suka menonton film tapi kalau membeli dvd aku lebih suka beli dvd tentang anjing-anjing gitu dee….. “Sarah!, kamu uda selesai milih-milih??” “sudah…cepet dah banyar”, aku memberikan kasetku pada kakakku, Kak Dian tersenyum geli melihat kaset anjing-anjingku itu. Selesai membayar aku langsung masuk ke mobil. Dan pergi ke arah rumah. Sesampai di rumah, aku turun dan membuka pagar lebar-lebar. “wee…. Pagarnya gak usah di buka”, teriak Kak Dian dari mobil. “kenapa?” “aku mau pergi lagi….”, teriaknya lagi. “mau kemana? Aku ikut…” “gak boleh! Week”, sambil menjulurkan lidah dan pergi.
Yaaa entahlah kemana Kak Dian pergi, yang penting sekarang aku mau makan, nonton, tidur.


BAB 3
Senin. Aku Putri Sarah Bailye 14 tahun, akan memasuki sekolah baru. Oya, aku belum bilang aku kelas 3 smp dulu aku sekolah di smp negri, tapi aku pindah karena aku benci sama temenku, entah apa yang aku pikirkan aku ingin pindah sekolah. Sangat tolol. Sekarang aku sekolah di swasta. Selesai sarapan, aku berangkat sekolah diantar oleh Kak Dian. Kan Dian dengan wajah kusutnya mengantar aku sekolah. Mungkin, bisa dibilang masih keadaan tidur. Aku memperhatikan jalan dan selalu melihat jam beberapa kali, melihat Kak Dian yang mukanya berminyak itu. Akhirnya aku sampai di sekolah baruku. Walau telat. Aku pamit dan minta jemput jam 1. Kak Dian hanya mengangguk, lalu, berlalu begitu saja. Aku memasuki sekolah dan dibimbing oleh wali kelas, ibu-ibu, gendut, dengan baju sempitnya kukira dia guru biologi. Aku menuju lorong ke lorong lalu sampai di kelas 9E. Menurutku ini bukan kelas yang buruk. “ya, anak-anak kelas kita kedatangan murid baru”, kata guru itu. “hoooreee”, kata calon teman-temanku “namanya siapa??”, Tanya salah satu dari calon temanku. “Putri Sarah Bailye”, jawabku tegas. “ok Sarah, kamu bias duduk di sebelah Dinda”, sambil menunjuk salah satu muridnya. Aku menatap orang yang di tunjuk oleh guru. Kulihat murid yang bernama Dinda itu. Memakai kaca mata micky mouse jerawat di dahi, hidung , dengan rambut kangen bandnya. Yaaaa….aku bilang dia sangat culun tapi, siapa peduli??. Lalu aku duduk di sebelahnya. Murid yang bernama Dinda itu tidak menyapa sama sekali. Menatap pun tidak. Yaaah…. Terpaksa aku menegurnya.
“hai?”, sapaku dengan malas. “ya..”, balasnya dengan malas juga. Ih..apa sieh yang dipirkirkan anak ini??? “salam kenal ya?? Dan mohon bantuannya.”, aku memohon dengan sangat terpaksa. “ya.”, jawabnya singkat, padat, dan jelas. Ahhh…… aku tidak membalas omongannya mengingatnya saja malas. Lalu aku mengikuti pelajaran. Tidak susah. Bagaimana tidak?? Di sekolah lama aku selalu mendapat ranking 1. Makanya dikit memiliki teman mereka berfikir aku ini sombong. Teman-temanku waktu di sekolah lama dapat dihitung dengan jari. Guru-gurunya juga sangat amat matre. Sangat memalukan. Makanya aku sangat iri pada Kak Dian. Dia memiliki banyak teman dan sahabat. Sedangkan aku???? Sama sekali tidak mempunyai sahabat. Aku berharap di sekolah baruku ini aku mempunyai seorang hanya SEORANG sahabat.
“”KRRRINGG”” bell sekolah mengejutkan kelamunanku. Saat guru meninggalkan kelas. Beberapa murd dateng ke mejaku dan menanyakan berbagai hal. Setelah mereka bubar hanya tinggal aku dan Dinda di kelas. Aku mencoba menanyakan hal tadi dengan ragu-ragu. “din, kamu kok tadi di ajak ngomong jawabnya singkat banget?”, tanyaku ragu-ragu. “supaya dikikira murid teladan sama guru, kamu berisik sekali”, jawabnya santai. Tapi jawabannya itu sangat aneh. Sangat. Aku melihat Dinda keluar kelas sepertinya ia mau ke kantin. Dinda melambai tangan ke arahku. Mungkin ia ingin mengajakju. Ku langsung berdiri dan menyusulnya. Kami berjalan berbarengan.
“sarah, kmu tinggal di mana?”,tanyanya penasaran. “ah, aku tinggal di komplek deket kantor DPR”. “oh ya??, aku juga tinggal di situ”, jawabnya senang entah benar atau tidak tapi kalau di lihat dari mukanya dia jujur. “oooo, kmu di gang berapa??”,tanyaku mulai penasaran. “ gang 5”. “oh, ya kita sama dong!!!”,jawabku sedikit girang. “masa?? klu gitu kita pulang bareng yuk???”,tawarnya. “boleh, kmu bareng aku aja…”, ajakku ramah. “boleh? Ya deh aku sms papaku dulu.”, sambil mengeluarka hpnya. Lalu kami ngantri untuk membeli makanan. Dinda membeli bengbeng-nya dan aku membeli permen yupi kesukaanku. Di dalam kelas kami bercerita banyak. Dia menanyakan sahabat-sahabatku di sekolah negri dulu. Aku menceritakannya. Dia bernama Nurina tap pada saat kenaikan kelas 2 dia pindah ke pulau Jawa. Aku kecewa sekali. Karena aku cuma bisa bicara santai padanya. Lalu Dinda menepuk pundakku.
Bel masuk sudah berbunyi. Murid-murid langsung masuk sekolah. Ada yang masih makan, masih ngobrol, ada juga yang masih mengerjakan pr matematika karena, pelajaran selanjutnya matematika.Katanya sie gurunya killer, tapi aku tidak takut tidak membuat pr. Aku kan murid baru. Setelelah itu guru berkumis tebal dan jenggot tipis memasuki kelas. Murid-murid serentak diam dan kelas pun menjadi hening. Guru itu langsung duduk. Dan mengeluarkan buku tadi tasnya itu. “siapa yang sudah membuat pr?”,kata guru itu. Aneh. Biasanya guru menanyakan yang belum buat pr tapi, kenapa nanyak yang uda buat. Semua murid mengangkat tangan. Dinda pun mengangkat tangan. Cuma aku yang tidak mengangkat tangan. Guru killer itu menatapku tajam. Aku mulai ketakutan. Guru itu mendekati mejaku. “BRAAKK”, guru itu memukul mejaku. Kaget. Seisi kelas melihatku. Memalukan. Ada beberapa anak yang menertawaiku. Sial. 
“mengapa kamu tidak membuat prmu?”, tanyanya marah. “shhaa…ya , baru masuk sekolah ini tadi pagi pak”, jawab saya ragu-ragu. “kamu murid baru??” “ya”, jawab saya sedikit santai. Lalu guru itu kembali ke mejanya. Aku melihat Merry yang katanya sie anak yang paling berkuasa di sekolah ini. Kelihatannya ia akan membuat gossip baru di sekolah ini. ………..……..
Selesai pelajaran terakhir aku keluar untuk pulang. Aku menunggu jemputan bersama Dinda. Ia jadi pulang bareng bersamaku. Selagi duduk dan menungu jemputan aku berkenalan sama Lola. Teman sekelas juga. Ia duduk pas di depanku. Anaknya manis berambut panjang putih dan baik. Aku juga berkenalan dengan Putri. Dan yang lainnya. Putri dan Lola meminta nomor hpku. Aku memberikannya dengan senang hati. Saat beberapa lama. Aku melihat mobil berwarna hitam memasuki sekolah. Ku tebak. Pasti ibu yang menjemput. Ternyata memang benar. Aku memasuki mobil lalu Dinda menyusulku. Ibuku melihat ke kaca sepion dengan heran. “oya, ini dinda…aku mengajaknya pulang bareng”, kataku. “ooo…Dinda tinggal di mana??” “di…gang lima juga tante”, jawabnya santai. “ooooo………..”,jawab mamaku sambil melanjutkan menyetirnya. Aku juga melanjutkan obrolan dengan Dinda. Dinda menanyakan banyak hal kepadaku. Kita bertukaran hp, melihat-lihat isinya dan bertukaran alamat fb, twitter dan lain-lain. Akhirnya aku tiba di rumah. Aku sangat tidak menyangka. Dinda tinggal pas di depan rumahku. Ibu langsung memasukan mobil. Setelah itu aku dan Dinda turun. Dinda langsung bilang terima kasih dan bergegas pulang. ..………………….
Haaaa….. aku melepaskan tubuhku di kasur. Aku meihat jam di hp. Masih jam 1. Ahhhhh… bingung mau ngapain. Kak Dian masih di kampus. Haaa aku membuka kaca jendela. Ku elus Kity kucing Persiaku. “saaaraaah”, terdengar suara ibu memanggil. Aku segera turun. Aku melihat Ibu membereskan makanan di atas meja. Ya aku lupa. Aku belum makan. Aku duduk dan mengambil lauk yang ada di atas meja. Dari luar aku mendengar suara mobil. Itu pasti kak Dian. Lalu kka Dian membuka pintu.
“assalamu’alaikum”, teriak kakakku. “walikumsalam”, jawabku malas. “SEMANGAT DONG!!”, sambil mengacak-acak rambutku. Huh menjengkelkan!.


bener2 menggelikan kan?? udah gitu ternyata itu 4L4Y bangettt!!!! astaga.
kalian muntahnya jangan ke arah laptop lho!
aku heran kenapa aku pas sekolah dasar buat cerita yg norak norak menggelikan gini cobak?
mana bahasa gua alay abiss!!! ya ampunn!!! ya TUHAN ! jadi ternyata aku pernah alay!!!!????
*gak terima* *gantung diri* apa mungkin bakat nulis gua saat SD ini ya? *ngibur diri* yeeeaaahhh gmn ya? mungkin emg bakat gue nulis nih. bayangin aja, anak umur 11 tahun buat cerita sepanjang ini!!?? jaman sekarang udah gak bisa DITEMUKAN! SO bakat gua emg dari dulu ternyata..

Pokonya setelah baca ini cerita gua pengen bgt masuk ke lorong waktu buat nabokin diri gua sendiri biar tau bagaimana cara menulis yang benarr!! oh MY GOD! MAR! you're soooo sooo cantik *krikrikrik* awas kamu mar! *masuk lorong waktu buat nabok diri sendiri*
oke thats all
sorry ye gue alay abis
biar alay yg penting bahagia
toh aku alaynya gak sampe pke bahasa2 alay juga 'cellaloee' *muntah*
tetap menjadi penggemarku ya kawan.
byeee..
kiss markonah :*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

markonah story III

sekarang hari senin kan? MEMBOSANKAN tadi ul matik, orng yg duduk dpn gue seenaknya aja ngeliat jawaban gua, "mar.. misi tanganmu, gak keliatan" so?!!!! urusan gua kalo lo gak bisa liat jawaban gua!? tangan tangan gua kertas ulangan pny gue! kok lu yg ngatur hidup gua!? klo gak tau tu TANYA bukan nodong gitu! arrggghh!! tapi gmna? gak di kasi gak enak di kasi? enak aja lo! -_________________________________- mana tdi pulang cepet?! giliran gak mau pulang cepet malah pulang cepet! untung ada kuadrat jd hari seninya SEDIKIT (maksa) baik pokoknya klo org2 yg nyontek ma gua nilainy lebih bagus gua mau jepitin kepala ke pintuk!  oiya gua heran knapa judulnya markonah story ukan school of suck padahal ini kan mara2 -_- tp kasinan klo kak kuadrat gua masukin namany di school of suck ...huehehehehehe  dah ah! bye kiss markonnah galak :*

Moron

hari ini aku akan menceritakan dimana dua orang cewek yang tidak bisa ikut Indonesia idol karena suaranya terlalu bagus. silahkan lihat vidio berikut yang menggambarkan dua org cewek sedang bernyanyi selamat ulang tahun untuk seorang teman nya.*siapin ember*

Fungsi blogspot

Fungsi Blog Untuk Diary Sudah banyak orang yang menggunakan blog sebagai diry mereka, tidak hanya wanita lho, yang konon sering membuat diary kehidupannya, dengan adanya blog banyak juga para laki-laki yang menjadikan blog sebagai tempat pencurahaan pikirannya. Selain isinya tentang kehiduannya,  blog  juga digunakan untuk saling berbagi ilmu, misal ilmu bisnis internet atau pun pelajaran sekolah. Mereka biasanya memberikan tutorial setelah mereka melaakukan ilmu tersebut, misal saya mendapatkan ilmu cara membuat facebook, dan saya tidak bisa menyimpan ilmu itu, lalu dengan leluasa saya menuliskan kembali tutorial itu dengan bahasa sendiri, bahkan ada yang langsung kopas tapi dengan seijin penulis tentunya.heee…. FUNGSI BLOG UNTUK BISNIS Zaman sekarang ini banyak yang menggunakan blog sebagai ladang bisnis mereka, sebagai penyokong bisnis mereka, misal mereke membuatkan deskripsi sebuah produk yang mereka tawarkan, jadi mereka tidak prlu presentasi kembali karena o...